Monthly Archives: January 2013

Mengenal Cloud Computing lebih lanjut

Trend yang makin berkembang akhir – akhir ini di dunia teknologi informasi adalah mengenai cloud computing. Kunci yang penting untuk terhubung ke “cloud” adalah jaringan. Tanpa jaringan, tidak mungkin ada cloud. Kali ini kita akan membahas bagaimana membangun suatu jaringan agar siap terhubung ke cloud. Sebelum kita langsung membahas mengenai bagaimana menyiapkan sebuah jaringan agar siap terhubung ke cloud, ada baiknya kita mengerti mengenai istilah layanan cloud (cloud services) dan model pendistribusiannya (deployment models). Cloud services menjelaskan mengenai jenis layanan yang ditawarkan, sementara deployment model menjelaskan mengenai bagaimana cloud akan didistribusikan. Ini adalah model layanan cloud:

  • Infrastructure as a service (IaaS). Model layanan ini menyiapkan user dengan pemrosesan, penyimpanan, jaringan dan infrastruktur sumber komputasi lainnya. User tidak dapat mengatur infrastruktur, namun tetap dapat mengatur OS (operating system), aplikasi dan programming framework yang digunakan dalam infrastruktur tersebut.
  • Platform as a service (PaaS). Model layanan ini mengijinkan user untuk mendistribusikan aplikasi yang dibangun menggunakan bahasa programming tertentu untuk framework dan tool yang digunakan di infrastruktur cloud.  User tidak dapat mengatur infrastruktur, namun memiliki kontrol penuh atas aplikasi yang didistribusikan.
  • Software as a service (SaaS). Model layanan ini mengijinkan user untuk mengakses aplikasi yang dijalankan di cloud. User tidak perlu mengelola infrastruktur atau aplikasi selain aplikasi yang sudah dibatasi settingnya ini. Cukup mengaksesnya saja.

Sementara itu, berikut merupakan model layanan yang dapat dijalankan:

  • Private Cloud. Sesuai dengan namanya, semata – mata hanya untuk 1 organisasi. Dapat dikelola langsung oleh organisasi itu sendiri maupun pihak lain, dimana dapat berada di tempat terpisah.
  • Public Cloud. Dibuka untuk umum. Dimiliki dan diatur oleh penyedia layanan cloud.
  • Hybrid Cloud. Menggabungkan 2 atau lebih model layanan cloud (private dan public).
  • Community Cloud. Infrastruktur dibagi oleh beberapa organisasi dan mendukung suatu komuntas tertentu

Lalu, bagaimana dengan jaringannya? Apakah ada perubahan? Cloud Computing mengubah apa yang ada di jaringan. Oleh karena itu, perlu beberapa penyesuaian agar cloud computing bisa digunakan:

  • Infrastruktur. Belakangan ini infrastruktur dibuat secara virtual maupun dibuat menuju kesana. Infrastruktur dapat diprogram dan server dan aplikasi memiliki mobilitas.
  • Aplikasi. Jenis aplikasi yang berjalan di cloud akan membuat jaringan berubah. Karena kebanyakan aplikasi kini sangat data intensive, menawarkan proses paralel dan ter – cluster.
  • Access. Virtual desktop menjadi populer. Mobile device juga memerlukan akses ke cloud.
  • Traffic.

Lalu bagaimana dengan data? Data tetap harus melintas antar komputer dan komponen penyimpan dari sebuah aplikasi, kemudian ke user pengguna aplikasi tersebut. Security tetap perlu diaplikasikan untuk memastikan akses diberikan ke siapapun yang memerlukan. Kualitas layanan (Quality of Service) jaringan juga perlu diperhatikan.

Jadi, inilah yang dibutuhkan agar cloud ready. Arsitektur jaringan perlu dibuat fleksibel, network services harus ditempatkan tidak bergantung pada lokasi apapun, maksudnya adalah layanan segera dikirimkan kapanpun, dimanapun user mengakses aplikasi maupun data.

Vendor utama jaringan seperti CISCO dan Juniper membantu banyak perusahaan untuk bermigrasi ke cloud. Bekerja sama dengan vendor untuk membantu menyediakan jaringan yang cloud ready merupakan solusi terbaik terutama untuk perusahaan yang belum berpengalaman dengan cloud sebelumnya.

Dapatkan info mengenai cloud computing juga disini

 

Advertisements

Teknologi Cloud Computing

Cloud Computing adalah suatu layanan di internet, merupakan teknologi yang menggunakan internet dan central remote servers untuk menjaga data, angka maupun aplikasi.

Kini, teknologi Cloud Computing telah menjadi suatu prioritas karena aplikasi proyek yang ada terlalu padat karena memerlukan banyak maintenance dan support. Anda tidak membayar untuk apa yang anda gunakan, tapi semua fitur ada bersama dengan aplikasi itu dan tetap membutuhkan space, hal ini dimaksudkan agar anda dapat menggunakan aplikasi tersebut tanpa perlu instalasi dan dapat menyimpan file – file personal anda di tempat lain dengan akses internet saja.

Contoh yang gampang mengenai cloud computing adalah email di yahoo, gmail, dll. Anda hanya membutuhkan koneksi internet untuk dapat menerima dan mengirim email. Teknologi yang digunakan berfungsi di 3 bagian, yaitu aplikasi, penyimpanan dan koneksi. Apapun tujuan orang – orang di dunia ini, individual maupun kelompok menggunakan 3 bagian teknologi tersebut.

Cloud computing dapat bersifat privat maupun publik.  Jasa cloud computing yang publik berarti file akan dapat diakses siapa saja melalui internet. Sedangkan jasa cloud computing yang bersifat privat umumnya merupakan milik kalangan terbatas. Bisa saja berupa data center yang menyediakan layanan terbatas untuk orang – orang tertentu.

Dengan cloud computing, anda tidak lagi memerlukan harddisk untuk menyimpan semua data anda. Semua data juga dapat diakses melalui computing gadget yang memiliki koneksi internet. Keuntungan terbesar yang umumnya dinikmati para pengguna cloud computing adalah mereka tidak perlu mengkuatirkan kehilangan data karena adanya autosave, back up harian. Hanya saja security tetap harus diperhatikan karena semua informasi tersebut umumnya memerlukan password untuk mengaksesnya.

Sudahkah anda terbiasa dengan cloud computing?

Dapatkan info mengenai cloud computing juga disini

 

Seputar alamat website

Apakah kita pernah menyadari mengapa sebuah situs dimulai dengan www dan diakhiri dengan .com/.edu/.org? Pentingkah sebuah situs diakhiri dengan .com/.edu? Apa perbedaannya?

Kita mulai dari URL. URL merupakan singkatan dari Universal Resource Locator, yang digunakan untuk menunjukkan suatu alamat gambar/dokumen, dsb.

Sebagai contoh, URL berikut ini:

http://www.binuscenter.com

http:// merupakan singkatan dari “Hyper Text Transfer Protocol”. Dulu sebelum mengetikkan alamat situs, kita harus menambahkan http:// untuk memberitahukan komputer untuk mentransfer sebuah webpage (hypertext) dari internet ke komputer kita. Kini, kita tidak perlu menambahkan http:// lagi karena komputer sudah langsung mengerti. Ada juga https:// yang menandakan keamanan (secure), biasanya digunakan untuk situs yang mengandung dan/atau mengumpulkan data yang konfidensial/sensitif.

www. merupakan singkatan dari “World Wide Web”. Jangan salah kaprah antara www dengan internet, karena mereka sama sekali berbeda. Web merupakan bagian dari internet, sedangkan internet sendiri merupakan sebuah sistem jaringan yang menghubungkan antar komputer secara global. Tidak semua situs harus dimulai dengan www.

.com (commercial) merupakan “Top Level Domain” (TLD) yang paling umum. Ada juga .org (non-profits),.edu (educational),.gov (government), and.net (network)

Secara umum, apabila anda akan melakukan suatu transaksi online, perhatikan https:// seharusnya situs banking atau yang bisa menggunakan transaksi online disitusnya menggunakan https://. Anda juga perlu hati – hati saat mengklik suatu alamat situs dalam email anda. Apabila meminta suatu account dan password maupun data pribadi, coba cek lagi alamat situsnya, apakah berbeda atau ada yang aneh.

Anda bisa mendapatkan banyak informasi, tapi juga perlu hati – hati agar tidak terjebak penipuan 🙂

Apa itu CCNA?

CCNA (Cisco Certified Network Associate) adalah sertifikasi yang populer di kompetensi IT dalam teknologi jaringan komputer yang dikembangkan oleh Cisco Systems. Cisco menciptakan CCNA untuk mengenali kompetensi dasar dalam instalasi dan dukungan dari  jaringan berskala menengah.

Sertifikasi CCNA dapat diperoleh dengan melewati ujian selama 90 menit. Ujian CCNA ini tidak memiliki prasyarat ujian yang harus diikuti terlebih dahulu, meskipun Cisco dan perusahaan lainnya biasanya menawarkan berbagai kursus pelatihan formal untuk membantu siswa mempersiapkan diri. Topik yang dibahas pada ujian CCNA meliputi antara lain:

  • LAN dan desain WAN (termasuk model OSI)
  • IP addressing
  • Protokol router dan routing (termasuk OSPF, EIGRP dan RIP)
  • VLAN (virtual LAN) dan WLAN (LAN nirkabel)

Terpisah dari sertifikasi CCNA ini, masih ada ujian dan sertifikasi lainnya yang disediakan CISCO seperti CCNA Security, CCNA Voice dan CCNA Wireless.

CCNA berlaku selama 3 tahun. CISCO juga menawarkan sertifikasi yang lebih advanced untuk para profesional jaringan diluar CCNA, termasuk CCNP (Cisco Certified Network Professional) dan CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert).

Dimana bisa kursus CCNA? Salah satunya bisa di BINUS CENTER. Info lebih lengkap bisa di lihat di sini. Untuk jadwal bisa dilihat di sini