Apakah kursus online cocok untuk saya?

Teknologi kini semakin berkembang, untuk mendapat gelar S1 kita juga sudah dapat mengambil via online, bila kita googling menggunakan keyword “online diploma courses” atau “online degree programs” maka akan muncul banyak hasilnya.

Kini pun training/kursus online sudah mulai bermunculan, apakah ini cocok untuk semua orang? Apakah setiap orang bisa mengikuti kursus online ini?

Mula – mula yang paling jelas mengenai kursus online adalah mengenai waktu. Kebebasan waktu merupakan alasan utama orang – orang memilih kursus online. Tidak ada waktu yang khusus disisihkan untuk berada di suatu tempat, anda bisa memilih untuk belajar di pagi, siang, malam, kapanpun anda mau/sempat, anda juga tidak dikejar – kejar untuk pertemuan berikutnya, semua tergantung komitmen anda sendiri.

Kursus online pastinya menghemat biaya transportasi. Juga misalnya di saat cuaca buruk, anda tidak perlu memaksakan diri untuk ke tempat kursus maupun tercebak macet dalam perjalanan.

Kalau begitu, siapapun bisa dong mengambil kursus online? Bisa, tapi belum tentu cocok.

Apabila anda tergolong tipikal orang yang agak sulit berkomitmen dengan waktu, butuh seseorang untuk menerangkan dan tanya jawab langsung maka mungkin anda kurang cocok untuk mengambil kursus online, meskipun begitu, tidak ada salahnya jika anda mencoba, mungkin setelah mencoba, anda merasa nyaman dan mampu menyesuaikan dengan rutinitas anda 🙂

 

Advertisements

Cara Membuat Mail Merge pada Microsoft Word 2010

Apa sih mail merge itu?

Mail Merge merupakan salah satu fitur yang ada di microsoft yang membantu kita membuat banyak dokumen berdasarkan 1 template. Di sini kita akan mencoba membuat Mail Merge di Microsoft Word 2010.

KIta membutuhkan 1 template dokumen dan 1 database. Database ini akan berisi data berbeda yang kita butuhkan, kita bisa membuatnya di excel. Misalkan data yang berbeda adalah nama dan lokasi. Buat di excel dan save (save dalam format .xls, jangan dalam .xlsx) dengan nama file Db_1
tutorial-mail-merge-1

Buka file template (atau buat baru), kemudian klik Ribbon Mailings, pilih Start Mail Merge lalu klik Step by Step Mail Merge Wizard

tutorial-mail-merge-2

Di sebelah kanan akan segera muncul langkah – langkah pembuatan Mail Merge.

Pilih Letters/Email Messages, kemudian klik Next

Pilih Use the Current Document (karena kita sudah sedang membuka file template), kemudian klik Next

Klik Browse, sesuaikan tempat kita menyimpan file Db_1.xls tadi, klik OK, lalu berikut tampilan sesudah ter – load. Klik Next

tutorial-mail-merge-3

 

tutorial-mail-merge-4

Sekarang kita sudah berada di langkah 4 dari 6, klik more items untuk mencocokkan item dengan dokumen

tutorial-mail-merge-5

klik insert di tempat yang pas, lalu close, lalu ulangi lagi langkah ini untuk item lainnya

tutorial-mail-merge-6

Sesudah items dicocokkan dengan dokumen, klik Next

Jika sudah dirasa cocok, langsung klik Next lagi lalu close wizardnya dengan mengklik tanda silang kecil di ujung

Untuk prev/next data, klik button yang ada

tutorial-mail-merge-7

Klik panah kecil yang ada di bawah Finish & Merge, untuk mencetak dokumen atau mengirim via email

tutorial-mail-merge-8

Selamat mencoba

Cara membuat daftar isi otomatis pada Microsoft Word 2010

Ini merupakan tutorial lanjutan setelah kita membuat penomoran pada karya ilmiah/makalah/skripsi kita, kini kita membuat daftar isi nya secara otomatis juga, sehingga kita dapat segera mengupdate apabila ada perubahan dalam isi dokumen. Langkah – langkah:

1. Buat style untuk bagian judul.

    • Buat style sesuai kebutuhan, blok judul,
    • Pilih Ribbon Home – Group Tab Styles (klik tanda panah yang ada),

tutorial-membuat-daftar-isi-word-2010_1

    • lalu pilih Save Selection as a New Quick Style. Beri nama stylejudul1

tutorial-membuat-daftar-isi-word-2010_2
tutorial-membuat-daftar-isi-word-2010_3

2. Buat leveling untuk daftar isi.

    • Masih tetap diblok judulnya.
    • Pilih Ribbon References – Group Tab Table of Contents. Pilih Add Text, lalu Level 1

tutorial-membuat-daftar-isi-word-2010_4

  • Kemudian buat juga leveling untuk sub bab, untuk sub bab, pilih level 2, dst
  • Bila ada sub lagi dalam sub bab, pilih level 3, ulangi langkah ini hingga semua judul – sub bab terdata

3. Daftar isi.

    • Kosongkan page Daftar Isi, kecuali judulnya. Klik di awal page

tutorial-membuat-daftar-isi-word-2010_5

    • Pilih Ribbon References – Group Tab Table of Contents, lalu klik Insert Table of Contents

tutorial-membuat-daftar-isi-word-2010_6

    • Pada bagian Show Levels, isi sesuai level yang kita buat

tutorial-membuat-daftar-isi-word-2010_7

    • Dengan otomatis daftar isi akan segera muncul
    • Jika terjadi update halaman, update judul, penambahan sub (ulangi langkah kedua di atas) dsb, cukup klik kanan pada daftar isi, pilih Update Field, Update Entire Table lalu OK

tutorial-membuat-daftar-isi-word-2010_8

      Pilih Update Page Numbers only jika perubahan hanya terkait halaman, pilih Update Entire Table jika perubahan terkait ke penamaan judul, penambahan sub, jika tidak mau repot, bisa juga selalu pilih Update Entire Table

 tutorial-membuat-daftar-isi-word-2010_9

Selamat Mencoba

Cara Membuat Struktur Organisasi pada Microsoft Word 2010

Terkadang dalam penyusunan skripsi atau membuat suatu proposal/laporan, kita perlu memasukkan struktur organisasi, nah, berikut ini merupakan langkah – langkah pembuatan struktur organisasi di Microsoft Word 2010

1. Klik Ribbon Insert, kemudian klik icon SmartArt, lalu pilih Hierarchy untuk pilihan bentuk struktur organisasi yang diinginkan

tutorial_membuat_struktur_organisasi_di_word_2010

2. Isilah sesuai dengan struktur organisasi yang anda butuhkan

tutorial_membuat_struktur_organisasi_di_word_2010_1

 

3. Anda juga mengubah beberapa style sesuai dengan kebutuhan anda

tutorial_membuat_struktur_organisasi_di_word_2010_2

 

4. Anda bahkan dapat menambahkan foto dengan Circle Picture Hierarchy

tutorial_membuat_struktur_organisasi_di_word_2010_3

Fitur SmartArt pada Microsoft Word 2010 benar – benar memudahkan kita dalam membuat beberapa hal, salah satunya adalah struktur organisasi ini, dimana kita juga dapat meng-custom sesuai kebutuhan. Selamat mencoba!

 

Pilih mana, komputer, laptop atau tablet?

Sekarang ini dari anak – anak hingga orang tua semua mulai menikmati internet, alasan paling utama biasanya adalah social media agar tetap bisa menjaga hubungan satu sama lain, meski tidak tertutup kemungkinan lewat email, skype, dll. Sehingga kadang muncul pertanyaan, kalau hanya untuk email, update status, atau sekedar skype atau main games santai, sebaiknya pilih yang mana ya?

Komputer (Desktop)

  • Dengan komputer, kita bisa memilih layar yang besar untuk kenyamanan
  • Bisa terhubung ke internet melalui modem
  • Tidak bisa mobile, misalkan anda memutuskan untuk meletakkan komputer di ruang keluarga, maka akan terus disana, ada effort untuk anda jika hendak mengirimkan email dari kamar

Laptop

  • Laptop pada dasarnya merupakan komputer yang bisa dibawa kemana-mana
  • Bisa digunakan dengan listrik/tanpa listrik, anda bisa memilih penggunaan full charge (lepas baterai), atau dengan baterai (harus dicharge dulu sebelum digunakan)
  • Layarnya menyatu, pilihan ukuran jadinya bisa terbatas (bagi yang ingin layar besar)
  • Bisa terhubung ke internet menggunakan modem wi fi, atau kalau sedang diluar rumah, bisa menggunakan modem yang terhubung via usb

Tablet

  • Kebanyakan tablet berukuran 7″ atau 10″
  • Ringan, tipis, ukurannya membuat tablet muat di tas kecil yang lebih bisa dibawa kemana saja
  • Kebanyakan tablet hanya bisa terhubung ke internet via wi fi
  • Harus digunakan dengan baterai, namun apabila baterai drop, sudah ada solusi power bank

Nah, itulah kira – kira yang bisa jadi pertimbangan kenapa memilih komputer atau laptop bahkan tablet

Pro dan kontra mengenai Blended Learning

Blended Learning juga tak lepas dari pro dan kontra, baik anda dari sisi peserta maupun sisi pemberi training. Masing – masing memiliki kekurangan dan kelebihannya.

Mari kita lihat dari sisi peserta
Kelebihan untuk “saya sebagai peserta”:

  • Belajar kapan pun saya mau
  • Belajar dengan kecepatan yang saya inginkan
  • Mendapatkan pengalaman belajar dengan metode berbeda
  • Ada waktu untuk memperdalam suatu topik, sebelum membahas dengan trainer

Kekurangannya:

  • Harus memiliki komitmen waktu, karena saat tidak face-to-face tidak ada waktu tersendiri untuk belajar

Kesimpulannya, bisa kita katakan bahwa blended learning memberikan peserta suatu kesempatan untuk mempelajari/mengembangkan suatu keahlian berdasarkan self motivation, manajemen waktu dan konsentrasi (kemampuan untuk tetap fokus)

Sekarang kita lihat dari sisi pemberi training, sisi pemberi training disini dalam hal ini bisa jadi adalah lembaga yang menyediakan training, maupun perusahaan yang men-support blended learning

Kelebihan untuk “saya sebagai penyedia training”:

  • Beban biaya operasional training berkurang, begitu juga dengan biaya instruktur yang harus dibayarkan
  • Untuk perusahaan, karyawannya masih tetap ada di kantor bekerja sekaligus mempelajari suatu keahlian/topik
  • Konten training bisa diadaptasikan sesuai kebutuhan bisnis

Kekurangannya:

  • Saya harus mencari orang yang tepat untuk mendeliver materi agar tujuan dari pembelajaran benar – benar tersampaikan
  • Peserta tetap membutuhkan face-to-face untuk melengkapi pembelajaran
  • Training harus lebih serius, tidak sekedar main – main

Apa itu Blended Learning

Blended Learning, bisa juga disebut dengan Hybrid Learning, sesuai dengan namanya merupakan suatu metode pembelajaran yang mengkombinasikan metode pembelajaran tatap muka dengan online learning.

Metode pembelajaran bisa berupa tatap muka sehari – hari, kemudian ada beberapa komponen pembelajaran e – learning yang disisipkan, maupun sebaliknya, kebanyakan pembelajaran e- learning, lalu disisipkan metode tatap muka untuk review atau untuk ujian.

Ada yang perlu diperhatikan oleh peserta saat hendak mengikuti metode pembelajaran ini adalah komitmen waktu untuk mempelajari suatu topik, kemampuan untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran yang berbeda dari biasanya,

Metode pembelajaran ini bisa jadi menjadi suatu solusi yang baik untuk memenuhi kebutuhan market, dimana metode pembelajaran tatap muka dirasa sulit karena adanya kendala waktu maupun tempat, adanya pengurangan biaya operasional, peserta dapat menentukan sendiri kecepatan mereka dalam belajar, tidak terikat waktu namun tetap harus memiliki komitmen.

Lalu apa ada pro dan kontra nya mengenai Blended Learning? Baca di sini